
SYAFUAN - Darul Aman, RUPAT- Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, disebutkan bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.
- Desa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa, dan Badan Permusyawaratan desa (BPD). Sebagaimana kita ketahui bahwa penyenlenggaraan pemerintahan urusan desa akan selalu membutuhkan dana. Pada uraia berikut akan dijelaskan sumber dana yang ada untuk menunjang berbagai kegiatan di dalam pemerintahan desa
- Desa Darul
Aman yang terletak di sebelah barat pulau Rupat ini merupakan desa harapan bagi
pemuda-pemuda sangat membutuh kan sosok pemimpin yang berjiwa kebangsaan dan berintegritas.
Dari hasil surve di lapangan masyarakat desa darul aman sangat berharap dan ingin mengusung syafuan bin syahrum untuk memimpin desa ini nanti nya.
-
Jauh-jauh
hari Syafuan menuntut ilmu di pesantren di daerah daratan bankinang batu basurat.
Berharap nantinya memajukan Desa Darul Aman kelak sesuai dengan Bidang Ilmu yang dimiliki. Saat di konfirmasi melalui telepon seluler, SYAFUAN Siap menjadi Kepala Desa Darul Aman jika dipercaya masyarakat kelak, kemajuan di bidang infrastruktur, pendidikan, budaya dan sosial masyarakat harus ditingkatkan. “UJAR SYAFUAN”. Begitu juga dengan SYODRI siap menjadi Badan BENDAHARA DESA (BD - ).
Minggu, 05 April 2015
BAKAL CALON KEPALA DESA DARUL AMAN RUPAT
Rabu, 01 April 2015
Rabu, 24 Desember 2014
PEKANBARU-Tidak pernah merasakan batuan
khusus atau bantuan untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) dari Pemkab Bengkalis,
Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sakai Riau (HHPPMS-R) mengadu ke DPRD
Bengkalis dan Disdik Kabupaten Bengkalis.
"Sampai hari ini mahasiswa Sakai tak pernah merasakan bantuan khusus atau
KAT, yang katanya pemerintah Bengkalis membantu untuk pendidikan Suku Sakai.
Tapi nyatanya pada hari ini mahasiswa Sakai Riau asal Bengkalis tak pernah
merasakan bantuan tersebut," ungkap Suwardino, Ketua HHPPMS-R, di
Pekanbaru, Rabu (24/12/2014).
Dari kunjungan HHPPMS-R pada Selasa (23/12/2014) kemarin ke DPRD dan Disdik, katanya juga tidak membuahkan hasil.
"DPRD tidak bisa berbuat banyak, haya saja pada tahun 2015 mendatang DPRD berjanji siap memfasilitasi dan menerima aspirasi dari masyarakat, khususnya bidang pendidikan," imbuhnya.
Setelah selesai diskusi dengan ketua Komisi IV DPRD, HHPPMS-R lanjut menemui Disdik Bengkalis. Namun hasilnya tetap sama, mereka mengatakan bahwa kalau mengenai bantuan KAT, Disdik hanya sebagai pengirim (dana bantuan) dan yang mendata (penerima bantuan) itu Dinas Sosial.
"Kami sudah memasukan nama-nama mahasiswa Sakai pada tahun 2012, sampai sekarang, tetapi tidak juga kami rasakan (bantuan). Kami hanya meminta hak kami sebagai mahasiswa Sakai, yang katanya Pemkab Bengkalis membantu untuk pendidikan KAT," katanya lagi.
Mereka juga beniat mengusut hingga Pemkab Bengkalis bisa memberi penjelasan mengapa mereka tidak dapat bantun KAT tersebut. Padahal Pemkab gembar-gemborkan akan memberi bantuan pendidikan bagi para suku KAT, dimana suku Sakai adalah salah satunya.
"Mahasiswa Sakai itu hanya dipandang sebelah mata oleh Pemkab Bengkalis. Apa pun yang diminta oleh mahasiswa Sakai kepada pemkab Bengkalis tak pernah diindahkan. Tetapi kalau mahasiswa Bengkalis yang meminta, cepat terlaksana. Ada apa dengan ini semua, dianak tirikan mahasiswa Sakai oleh Pemkab Bengkalis," katanya lagi.
Dari kunjungan HHPPMS-R pada Selasa (23/12/2014) kemarin ke DPRD dan Disdik, katanya juga tidak membuahkan hasil.
"DPRD tidak bisa berbuat banyak, haya saja pada tahun 2015 mendatang DPRD berjanji siap memfasilitasi dan menerima aspirasi dari masyarakat, khususnya bidang pendidikan," imbuhnya.
Setelah selesai diskusi dengan ketua Komisi IV DPRD, HHPPMS-R lanjut menemui Disdik Bengkalis. Namun hasilnya tetap sama, mereka mengatakan bahwa kalau mengenai bantuan KAT, Disdik hanya sebagai pengirim (dana bantuan) dan yang mendata (penerima bantuan) itu Dinas Sosial.
"Kami sudah memasukan nama-nama mahasiswa Sakai pada tahun 2012, sampai sekarang, tetapi tidak juga kami rasakan (bantuan). Kami hanya meminta hak kami sebagai mahasiswa Sakai, yang katanya Pemkab Bengkalis membantu untuk pendidikan KAT," katanya lagi.
Mereka juga beniat mengusut hingga Pemkab Bengkalis bisa memberi penjelasan mengapa mereka tidak dapat bantun KAT tersebut. Padahal Pemkab gembar-gemborkan akan memberi bantuan pendidikan bagi para suku KAT, dimana suku Sakai adalah salah satunya.
"Mahasiswa Sakai itu hanya dipandang sebelah mata oleh Pemkab Bengkalis. Apa pun yang diminta oleh mahasiswa Sakai kepada pemkab Bengkalis tak pernah diindahkan. Tetapi kalau mahasiswa Bengkalis yang meminta, cepat terlaksana. Ada apa dengan ini semua, dianak tirikan mahasiswa Sakai oleh Pemkab Bengkalis," katanya lagi.
- See more at: http://m.halloriau.com/read-57766-2014-12-24-dianaktirikan-mahasiswa-sakai-pertanyakan-bantuan-kat.
Penulis : Mimi Purwanti
Editor : Yusni Fatimah
Penulis : Mimi Purwanti
Editor : Yusni Fatimah
Rabu, 10 September 2014
Irvan Maulana: MENGENAL GEOPOLITIK INDONESIA dalam PERSPEKTIF NUS...
mengenal-geopolitik-indonesia-dalam.html?spref=bl">Irvan Maulana: MENGENAL GEOPOLITIK INDONESIA dalam PERSPEKTIF NUS Istilah geopolitik awalnya dicetuskan oleh Frederich ...
Jumat, 05 September 2014
Berharap Pelantikan Aman dan Lancar
Berharap Pelantikan Aman dan Lancar
KOTA
(RIAUPOS.CO) - Sekretaris DPRD Kota Pekanbaru Ahmad Yani berharap agar
acara pelantikan 45 anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2014-2019, Sabtu
(6/9) pukul 13.00 WIB berjalan dengan aman dan lancar.
Dengan digelarnya acara yang akan dihadiri oleh ratusan undangan ini, maka 45 anggota DPRD periode 2009-2014 yang juga diundang, secara otomatis diberhentikan.
‘’Ya, kami tentu berharap acaranya pelantikan, dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Pekanbaru dan juga pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD kota yang baru, dapat berjalan dengan lancar dan aman,’’ sebut Ahmad Yani.
Ditegaskannya, untuk persiapan sudah 100 persen, tinggal pelaksanaannya saja di hari H, Sabtu (5/9). Lay out tempat duduk juga sudah disiapkan untuk semua undangan. Dan koordinasi dengan pihak kepolisian, dan juga Satpol PP sudah dinyatakan siap.
Kesiapan ini pun dapat dilihat dari proses gladi resik, Jumat (5/9). 45 anggota DPRD baru tampak hadir, namun tidak demikian dengan anggota DPRD yang lama. Namun demikian proses gladi resik tetap dilanjutkan, berharap saat pelantikan oleh Gubernur Riau, para anggota dewan ini sudah paham.(gus)
Dengan digelarnya acara yang akan dihadiri oleh ratusan undangan ini, maka 45 anggota DPRD periode 2009-2014 yang juga diundang, secara otomatis diberhentikan.
‘’Ya, kami tentu berharap acaranya pelantikan, dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Pekanbaru dan juga pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD kota yang baru, dapat berjalan dengan lancar dan aman,’’ sebut Ahmad Yani.
Ditegaskannya, untuk persiapan sudah 100 persen, tinggal pelaksanaannya saja di hari H, Sabtu (5/9). Lay out tempat duduk juga sudah disiapkan untuk semua undangan. Dan koordinasi dengan pihak kepolisian, dan juga Satpol PP sudah dinyatakan siap.
Kesiapan ini pun dapat dilihat dari proses gladi resik, Jumat (5/9). 45 anggota DPRD baru tampak hadir, namun tidak demikian dengan anggota DPRD yang lama. Namun demikian proses gladi resik tetap dilanjutkan, berharap saat pelantikan oleh Gubernur Riau, para anggota dewan ini sudah paham.(gus)
Langganan:
Postingan (Atom)
JUARA 2 TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEKABUPATEN BENGKALIS
TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT KUKUR KELAPA(HENDRI GUNAWAN) by hendri gunawan on Scribd
-
BENGKALIS- Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Bengkalis melakukan aksi ulur tangan menggalang infak warga Bengkalis di lampu merah Ko...
-
HALLORIAU.com : Dianaktirikan, Mahasiswa Sakai Pertanyakan Bantuan KAT
