Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

HENDRI GUNAWAN. SUGIANTO.....DARUL AMAN MERAIH JUARA SATU/DUA CERDAS CERMAT (EMPAT PILAR BERBANGSA & BERNEGARA





Bismillahirrohmannirrohim......
Assalamualaikum Wr. Wb…
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.

Dewan juri yang saya hormati dan teman – teman yang saya banggakan.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Solawat serta salam kita hanturkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW tokoh revolusioner dunia yang telah merubah peradaban manusia dari peradaban kelam menuju peradaban terang benderang.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan doa agar Allah berkenan untuk menganugrahkan kedamaian, kesejahteraan, kasih sayang dan berkah di negeri yang kita cintai ini.
Adapun pidato yang akan saya sampaikan dalam kegiatan ...... dengan tema ”Membangun Gerakan Kepemudaan Menuju Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian”.
Diawal pidato saya, saya ingin mengutip ungkapan yang pernah disampaikan oleh Bung Karno seorang orator ulung yang sudah dikenal dunia dan menjadi tokoh Nasional kebanggaan bangsa Indonesia .
Bung Karno berkata  ”Berilah aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncang dunia” ungkapan tersebut hendaknya menjadi pecutan motifasi kita para pemuda dalam andil mewujudkan Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian.
Hadirin yang saya hormati,
Membangun Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian merupakan visi besar Bangsa ini dan tentunya dalam mewujudkan cita cita tersebut butuh sumberdaya besar peran serta seluruh unsur elemen – elemen Bangsa ini baik itu dari unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat dan umumnya seluruh rakyat  Indonesia tidak terkecuali khususnya para pemuda haruslah bahu membahu bergotong royong mewujudkan visi besar tersebut.
Sekali lagi saya sampaikan saudara – saudara Membangun Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian sejak kemerdekaan Indonesia diproklamirkan sudah menjadi visi besar bangsa ini, jika diawal kemerdekaan kita harus bangkit mandiri berdiri dikaki sendiri mengurusi kehidupan berbangsa dan bernegara dari sebelumnya kita dibelenggu oleh kekuasaan kolonial dalam mengatur cara hidup kita sehingga kita begitu tergantung menyerahkan nasib kepada kekuasaan kolonial.
Pada kesempatan saya dalam berpidato ”Membangun Gerakan Kepemudaan Menuju Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian” dimimbar ini saya akan mencoba memaparkan satu persatu.
Pertama membangun gerakan kepemudaan menuju Indonesia yang Mandiri, dalam hal ini penting kiranya kita bisa mengidentifikasi hambatan serta upaya yang harus kita lakukan dalam proses mewujudkan Indonesia yang Mandiri. Saya pikir perlu kiranya kesadaran untuk dilakukannya Revolusi Mental pada diri kita karena ada penyakit mental warisan kolonial pada masyarakat indonesia yaitu mental inlander.
Mental inlander berarti kondisi jiwa, sikap dan prilaku yang selalu menganggap dari luar itu baik, maju, modren dan pantas sedangkan bangsanya atau dirinya itu buruk, kolot, primitif, ketinggalan jaman, terbelakang dan tidak pantas dengan kata lain mental inlander adalah rasa tidak percaya diri.
Mental inlander warisan kolonial ini masih tersisa sebagai penyakit masyarakat indonesia sehingga menjadi hambatan bangsa kita untuk bangkit mandiri.
Kita para pemuda harus mengintropeksi diri, merevolusi mental dengan mengikis habis penyakit inlander pada diri kita, kemudian kita harus melakukan pembenahan bergerak maju menempa diri menjadi pemuda yang produktif berdasarkan dengan kemampuan yang dimiliki, dengan cara menggali potensi sumber daya manusia pada diri kita dan memanfaatkan sumber daya alam maupun sumber sumber potensial pendukung lainnya saya pikir ini uapaya penting yang harus pemuda lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri.
Kita tidak lagi pragmatis dan konsumtif tetapi kita bisa produktif dengan berbagai kemampuan dan kapasitas kita masing-masing. Baik itu produktifitas pemuda dalam berwirausaha, menciptakan teknologi, menjadi petani yang mumpuni, nelayan yang sukses dan lain-lain maka saat itulah Indonesia yang mandiri dan bermartabat akan terwujud.

Hadirin yang saya hormati,
Seperti yang sudah dicanangkan pula bahwa pada awal tahun 2016 kita memasuki era komunitas ASEAN, yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Dalam komunitas ASEAN ini mau tidak mau mengharuskan kita mampu bekerja sama secara terbuka dalam mengelola arus barang, jasa, maupun orang dan tentunya menuntut kesiapan kita untuk mampu bersaing berproduktifitas dan tidak sekedar konsumtif agar kita bisa memanfaatkan komunitas ASEAN ini menjadi hal yang positif bukan malah sebaliknya.




Hadirin yang saya hormati,
Selanjutnya pembahasan kedua membangun gerakan kepemudaan menuju Indonesia yang Demokratis, dalam pemerintahan Indonesia yang menganut sistem Demokrasi tentunya selaku warga Negara Indonesia kita juga dituntut mencerminkan prilaku yang Demokratis.
Hendaknya kita jangan salah kaprah dalam memaknai demokrasi menganggap demokrasi itu produk barat sehingga kita tolak, Bung Karno dalam pidatonya saat menyampaikan rumusan dasar Negara Indonesia tanggal 1 Juni 1945 pada sidang Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) telah mengingatkan “demokrasi yang kita perlukan bukanlah demokrasi barat, melaikan demokrasi yang memberikan penghidupan yaitu demokrasi politik ekonomi yang mampu mendatangkan kesejahteraan social”.
Hal ini perlu saya sampaikan agar kita tidak salah kaprah dalam memaknai demokrasi dan terseret kedalam kelompok yang menolak prinsip demokrasi sebagai system Negara Kita. Demokrasi Indonesia memiliki cirinya tersendiri digali berdasarkan cerminan nilai nilai kehidupan bangsa Indonesia.
Demokratis tidak hanya berarti berlaku untuk pemerintahan saja tetapi juga berlaku untuk organisasi dan orang secara individu.
Sebagai kaum muda kita tidak boleh lari dari perinsip demokrasi warisan leluhur kita apalagi sudah menjadi sistem yang dianut Negara Indonesia, oleh karena itu juga kita harus mencerminkan prilaku yang demokratis misalnya contoh berprilaku demokratis yaitu menghargai pendapat orang lain, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi sifat toleransi, mengedepankan musyawarah untuk mufakat, akomodatif terhadap kepentingan umum, santun dan tertib dalam mengemukakan pendapat, peduli terhadap kemajuan bangsa dan Negara dan lain – lain.
Prilaku apatis dan individualis bagaikan wabah menghinggapi banyak pemuda pemuda kita saat ini merupakan antitesa dari prilaku demokratis untuk itu menjadi keharusan dan tanggungjawab kaum muda yang sadar agar menjadi pelopor menyerukan secara masif gerakan pemuda yang demokratis, kembali kejati diri bangsa demi kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
Saudara – saudara yang saya banggakan…
Terakhir pembahasan ketiga membangun gerakan kepemudaan menuju Indonesia yang Berkebudayaan,  jujur harus kita akui tidak sedikit generasi pemuda saat ini kehilangan jati dirinya, menjadi pemuda yang tidak berkepribadian, pemuda yang tidak ada identitas atau karakter bangsa Indonesia, Pemuda saat ini rapuh mudah terombang ambing oleh budaya luar yang diimpor melalui media televisi, elektronik dan sejenisnya.
Dewasa ini kita pahami masyarakat Indonesia khususnya para pemuda saat ini berada diera modren dan gelobalisasi disamping mempunyai nilai positif juga tidak sedikit nilai negatifnya salah satunya berdampak negatif dibidang kebudayaan.
Disaat bangsa luar salut dan bangga melihat nilai – nilai kearifan lokal kita (Budaya) disaat itu pula tidak sedikit pemuda – pemuda kita malah acuh terhadap budanya sendiri dan mencontek budaya luar yang memiliki nilai negatif misalnya budaya hedonis dan individualis.
Padahal bagian penting membangun bangsa ini perlunya pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemudian oleh pendiri bangsa Pancasila dibentuk guna menjadi Nation Character Building sebagai filter dan pembangunan karakter bangsa Indonesia.
Cita – cita menuju Indonesia yang berkebudayaan merupakan prasarat menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat, bangsa yang hebat dan menjadi bangsa berpradaban marcusuar dunia.
Saudara – saudara pemuda sekalian,
Membangun gerakan kepemudaan menuju Indonesia yang berbudaya menjadi tugas pokok kita bersama saat ini. Budaya yang selaras dengan prinsip ketuhanan kepercayaan kita masing-masing, budaya yang menjunjung tinggi prinsip kemanusian menjunjung tinggi harkat martabat manusia, budaya yang mewarisi nilai kearifan lokal suku-suku bangsa kita dengan mengedepankan persatuan sebagai bangsa Indonesia, budaya yang mengedepankan prinsip gotong royong musyawarah untuk mufakat, dan budaya yang mengutamakan kepentingan bersama yang berkeadilan.
Sebagai penutup kata, dengan bangga dan berbesar hati sebagai pemuda marilah kita satukan tekad satukan cita – cita ”Membangun Gerakan Kepemudaan Menuju Indonesia yang Mandiri, Demokratis dan Berkepribadian”.
Segala kesilafan dan kekurangan saya harap dapat dimaklumi atas keterbatasan ilmu dan wawasan yang saya miliki.

Wabilahitaufik wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bengkalis, 26 Desember 2015 Jam 05.29 WIB
Sugianto
Peserta lomba pidato .......

Jumat, 29 Januari 2016

KEGUNAAN SEJARAH


Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, di semua perdaban dan di sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Tetapi bagi mereka yang meragukan hasil peradaban manusia ini. Sejarah itu berguna secara intrinsik dan ekstrinsik.
Kegunaan secara Intrinsik
Ada setidaknya empat guna sejarah secara intrinsik, yaitu 1) Sejarah sebagai ilmu 2) Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau 3) Sejarah sebagai pernyataan pendapat 4) Sejarah sebagai profesi
1. Sejarah sebagai ilmu
Banyak contoh sejarawan bukanlah orang yang terdidik untuk menjadi sejarawan, tetapi penulis sejarah dapat datang dari mana saja. Kenyataan bahwa sejarah menggunakan bahasa sehari-hari, tidak menggunakan istilah-istilah teknis, memperkuat keterbukaan itu asal dapat dipertanggungjawabkan sebagai ilmu.
Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara : 1) perkembangan dalam filsafat 2) perkembangan dalam teori sejarah 3) perkembangan dalam ilmu-ilmu lain 4) perkembangan dalam metode sejarah.
2. Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
Bersama dengan mitos, sejarah adalah cara untuk mengetahui masa lampau. Bangsa yang belum mengenal tulisan menggunakan mitos, dan yang sudah mengenal tulisan pada umumnya mengandalkan sejarah. Ada setidaknya dua sikap terhadap sejarah setelah orang mengetahui masa lampaunya yaitu akan melestarikan ataupun menolak.
3. Sejarah sebagai pernyataan pendapat
Banyak penulis sejarah yang menggunakan ilmunya untuk menyatakan pendapat. Di sini akan diberikan contoh dalam penulisan sejarah Amerika, meskipun di tempat lain penggunaan sejaraah untuk menyatakan pendapat sellau terjadi. Di Amerika ada dua aliran yang sama-sama menggunakan sejarah yaitu konsensus dan konflik. Disebut konsensus karena mereka berpendapat bahwa dalam masyarakat selau ada konsensus, dan para sejarawan selalu bersikap konformistis, sebaliknya disebut konflik karena menekankan seolah-olah dalam masyarakat selalu terjadi pertentangan dan menganjurkan supaya orang bersikap kritis dalam berpikir tentag sejarah.
4. Sejarah sebagai profesi
Tidak semua lulusan sejarah dapat tertampung dalam profesi kesejarahan. Ada lulusan yang jadi karyawan pengusaha sepatu, farmasi, dan tidak sedikit yang menjadi guru di luar ilmunya.
Kegunaan secara Ekstrinsik
1. Kegunaan Edukatif
Kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. Kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari. Sementara itu, pengalaman yang baik justru harus ditiru dan dikembangkan. Dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya tidak berdasarkan coba-coba saja (trial and error), seperti yang dilakukan oleh binatang. Manusia harus berusaha menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
2.Kegunaan Inspiratif
Kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh berdirinya organisasi perjuangan yang modern di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional yang ke-2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, Bangsa Indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya. Untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan , Bangsa Indonesia ingin melakukan kebangkitan nasional yang ke-2 , dengan bercita-cita mengejar ketertinggalan dari bangsa asing. Bangsa Indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mampu menyejahterakan rakyatnya. Untuk itu, Bangsa Indonesia harus giat menguasai IPTEK karena melalui IPTEK yang dikuasai, Bangsa Indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta dapat ikut serta menjaga ketertiban dunia.
3. Kegunaan Rekreatif
Kegunaan sejarah yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. Kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Gaya penulisan yang hidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca.
Pembaca akan merasa nyaman membaca tulisan dari sejarawan. Konsekuensi rasa senang dan daya tarik penulisan kisah sejarah tersebut membuat pembaca menjadi senang. Membaca menjadi media hiburan dan rekreatif. Membaca telah menjadi bagian dari kesenangan. Membaca telah dirasakan sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan rekreatif. Pembaca dalam mempelajari hasil penulisan sejarah tidak hanya merasa senang layaknya membaca novel, tetapi juga dapat berimajinasi ke masa lampau. Disini peran sejarawan dapat menjadi pemandu (guide). Orang yang ingin melihat situasi suatu daerah di masa lampau dapat membacanya dari hasil tulisan para sejarawan.
4. Kegunaan Instruktif
Sejarah dapat menjelaskan prinsip kerja teknik tertentu dari yang sederhana sampai perkembangannya yang paling canggih. Selain itu sejarah juga dapat menunjang bidang kejujuran dan ketrampilan seperti navigasi, teknologi senjata, teknik militer, dan jurnalistik.

Sabtu, 24 Mei 2014

ATLET KEC.RUPAT MELAWAN ATLET KEC.BUKIT BATU DALAM RANGKA POPDA

 pada hari ini popda BEngkalis tahun 2014 pertandingan bola kaki antara KEc rupat melawan kec bukit batu di Stadiun moh Ali bengkalis - Riau...
pertandingan ini di hadiri sekitar 500 penonton dari kab, BEngkalis khususnya suporter dari masing2 kecamatan... pertandingan dimendatang rupat akan bertemu dengan kec mandau di Staduin Moh Ali..
ATLET RUPAT

  saat di hubungi tim berita anak pelosok salah seorang atlet popda melalui via seluler
ASNAWI:Tim atlet rupat siap akan mengangkat nama RUPAT ke papan atas dalam laga sepak bola/bola kaki dalam rangka popda kabupaten bengkalis.
 
ATLET RUPAT

Rabu, 30 April 2014

BURHAN AJAK MAHASISWA RUPAT JALIN SILATURAHMI

\
Silaturahmi merupakan suatu hal yang bisa membuat mahasiswa makin kompak satu sama lain. Di Pulau junjungan Bengkalis ini mahasiswa rupat jumlahnya ratusan orang yang berasal dari beberapa kampus seperti Politeknik Negeri Bengkalis, STAI Bengkalis, STIE Syariah.

Mahasiswa Rupat yang ada di Bengkalis merupakan ujung tombak pemuda Rupat dalam menyonsong masa depan, bukan hanya masa depan individu mahasiswa tapi masa depan Publik Rupat yang di kenal dengan Potensi Wisata yang tinggi.

Peran mahasiswa dalam masyarakat sangat penting. Tak bisa dipungkiri, mahasiswa memberikan peran penting dalam pembangunan masyarakat. dalam beberapa aspek kehidupan, salah satu di antaranya, pendidikan, mahasiswa mengambil andil yang krusial dalam terwujudnya kondisi akademis yang dibawa ke wilayah kemasyarakatan. Ini perlu, sebagai agent of change, mahasiswa menjadi pihak perubahan, yang pada awalnya banyak yang tidak diketahui, banyak yang bernilai kurang, mahasiswa memberi sesuatu yang bernilai lebih pada masyarakat.
Di antara yang bisa kita lihat, peran mahasiswa, adalah berbaurnya mereka bersama masyarakat dalam proses pembangunan. Para mahasiswa, sesuai jurusan mereka berupaya mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan di bangku kuliah. Sebagai contoh, ada mahasiswa yang mengambil jurusan pendidikan Agama Islam, dapat kita bayangkan, bahwa mereka bisa mengambil andil penting dalam aktifitas keagamaan, seperti sebagai imam masjid atau khatib di hari Jumat.
Di lingkungan-lingkungan masyarakat lainnya, mahasiswa –sepantasnya- ada di sana, juga sebagai pelaku yang dianggap oleh masyarakat. semisal, dalam rapat menyelesaikan masalah desa/kelurahan. Mahasiswa memiliki potensi untuk mengeluarkan gagasan cemerlang sebagai bukti bahwa apa yang dipelajari di universitas memang ada manfaat lebih.
Karakter mahasiswa pun ditilik masyarakat sebagai hal yang baik, selama memang mahasiswa benar-benar menjalani status sebagai seorang mahasiswa sejati. Contohnya, seorang mahasiswa dididik untuk memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, akademis, solutif, dan berakhlak terpuji. Bagi masyarakat, mahasiswa adalah harapan. Mahasiswa –harusnya- adalah titik terang untuk masa depan.
Seberapa besar peran mahasiswa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat tergantung bagaimana mahasiswa menyikapi diri untuk menjadi bermanfaat bagi warga sekitar mereka. sebab, tidak semua mahasiswa benar-benar sadar akan apa yang mereka emban. Status mahasiswa, jika saja tidak dimaknai dengan baik oleh mahasiswa itu sendiri, akan menjadi hal yang akan mengubah paradigma masyarakat yang awalnya mengharapkan mahasiswa sebagai penyelesai masalah menjadi pengganggu dalam masalah yang tak selesai-selesai. tentunya, itu bukanlah harapan mahasiswa dan masyarakat seutuhnya. Kesadaran, adalah yang terpenting, tentang bagaimana membangun negeri ini agar bisa lebih baik dari sebelumnya.

Burhan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Rupat Bersatu (HMRB) mengajak Mahasiswa Rupat Khusus yang ada di Bengkalis agar jalin Silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan guna Perkembangan dan kemanjuan dalam bidang pembangunan, pendidikan dan kesenian.
Burhan juga mengajak mahasiswa untuk sama-sama mengawasi kinerja pemerintah dalam segala bidang dan memberikan kritisi guna pembangunan yang efektif dan efesien. Mudah-mudahan Rupat menjadi negeri Baldatun Thoyibatun Warrobun Ghofur...Amin, Ujar Burhan (Ketua HMRB)

 
 


JUARA 2 TEKNOLOGI TEPAT GUNA SEKABUPATEN BENGKALIS

TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT KUKUR KELAPA(HENDRI GUNAWAN) by hendri gunawan on Scribd